Trik
Bergaul yang Baik
Ternyata,
bergaul bukan hanya asal tancap gas atau langsung berbuat semau kita. Ada etika
dan tata cara yang harus diperhatikan, apalagi kita sebagai seorang remaja
muslim. Saat ini, dinegara kita ; Indonesia, tata cara pergaulan (terutama
kaumremaja) sudah banyak menyimpang dari nilai-nilai luhur.
Etika dan moral
sudah bukan lagi menjadi prioritas dalam berinteraksi. Mereka sudah terpengaruh
oleh sekulerisme dan budaya-budaya barat yang tak jelas akan manfaatnya.
Contoh
nyata adalah individualisme yang berdampak pada sikap hanya mementingkan
urusannya sendiri. Jangankan orang lain, saudaranya saja terkadang diacuhkan
untuk sekedar saling mengingatkan dalam etika dan moral(sopan santun). Mereka
menganggap hal itu adalah hak asasinya ”so, ada apa dengan orang lain”,
begitulah kira-kira individualisme.
Islam
tidak mengajarkan individualisme, sebagai sabda Rasulullah Saw. Berikut :
“ Muslim adalah bersaudara. Dan, sesama muslim
harus saling mengingatkan pada kebenaran.”
Nah,
itulah sebenarnya kata kunci dalm pergaulan. Jika kita sudah tidak lagi saling
mengingatkan pada hal-hal yang positif, dan berlomba-lomba dalm kebaikan, lalu
pergaulan seperti apakah yang kemudian diharapkan?
Islam
hadir sebagai rahmatal lil ’ alamin (rahmat bagi seluruh alam) untuk menjaga
indentitas kemanusiaannya dengan fitrah naturalnya yang lebih mulia daripada
mahluk lainnya. Isalm juga hadir sebagai panutan dan tuntunan untuk mengarahkan
pada hal-hal yang baik dan positif, khusunya para remaja yang masih labil dan
mudah terpengaruh.
Ada
beberapa etiak pergaulan yang perlu di pahami agar para remaj diterima oleh
orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
A.
Menghormati dan Menghargai Orang
Lain
Menjadi
orang baik, teladan yang sempurna, serta mengajarkan kebaikan kepada orang lain
tidaklah mudah dan butuh waktu. Karena itu, jangan paksa orang lain untuk baik
jika kita sendiri belum berbuat baik. Kita juga jangan mendikte orang lain
untuk mendengarkan perkataan kita bila kita sendiri tidak mau memperhatikan yang
dibicarakan orang lain.
Ikutilah ritme yang dimainkan dalam
berbicara, serta ikuti kesenangan untuk sementara waktu, lalu mulailah arahkan
secara perlahan tapi pasti, yakinlah bahwa semuanya pasti berubah. Sebab,
kebaikan itu datangnya dari Allah, sedangkan kejelekan adalah pengaruh dari
setan. Hargailah orang lain mulai dari pendapat, keahlian, hingga sifat dan
pribadi mereka. Dan, jangan sampai keluar kata-kata yang bisa menyinggung
perasaan orang lain.
B.
Bercanda atau Bergurau
Siapa sih yang
tidak suka bercanda gurau? Semua orang pasti mengiyakan, kecuali orang-orang
tertentu, atau yang hanya jaga image.
Sebenarnya, bercanda merupakan sesuatu
yang bisa melepas penat dan alamiah, apalagi remaj. Kan tetapi, hal yang perlu
diperhatikan ialah jangan sampai kita Over act ( berlebihan ) ketika bercanda.
Kita harus melihat situasi orang yang diajak bercabda. Dengan bercanda, kita
bisa menghibur saat orang sedang menghadapi kesulitan yang sangat berat. Kita
harus bisa membuat orang lain tertawa, tersenyum, dan merasa nyaman agar beban
yang mereka hadapi terasa lebih ringan.
C.
Bisa Percaya
Bagi
sebagian orang, mendapatkan kepecayaan, boleh jadi sesuatu yang luar biasa,
senang, dan membangunkan karena ending-nya, semua yang kita bicarakan akan
diikuti dan dilakukan orng lain. Namun, memperoleh sebuah kepercayaan bukanlah
perkara yang gampang. Hal itu cukup berat dan sulit karena akan mengujiamanah
kita. Papbila kita sudah benar-benar dipercaya orang lain, tanamkanlah
nilai-nilai kebaikan dan hal-hal yang mengantarkan pada kecintaan kita kepada
isalam
D. Menjadi
Teman yang Bisa Diandalkan
Jika
kita diandalkan orang teman, berarti kita memiliki nilai lebih. Lalu apakah
kita sudah siap untuk melakukannya? Menjadi teman yang baik dan bisa diandalkan
memang tidak semudah membalik telapak tangan. Namun, kita harus tetap baik
kepada teman dan orang yang dekat dengan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar