Halaman

Selasa, 23 April 2013

Renungan-renungan harian remaja islam (Makna kehadiran orang tua )


MAKNA KEHADIRAN ORANG TUA

“Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu, menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan. Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatanya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.”
(Kahlil Gibran)

Kahlil Gibran mengumpamakan orang tua seperti busur, sang pencipta kita seperti pemanah, dan anak-anak adalah anak panahnya. Peran orang tua dan dan hubuangan mereka dangan penciptanya, ternyata sangat penting dalam membidik dan membesarkan anak-anak. Kiasan Gibran menggambarkan seakan ada rentetan yang tak terputus, sehingga alur ceritanya terhubung kepada sang khaliq(pencipta).
            Tak ada yang memungkiri kebaikan, kasih sayang, pendidikan, dan manfaat yang telah diberikan oleh orang tua kepada kita. Saat kita terlahir di dunia, meraka sudah menjamu kita layaknya seorang raja. Kita diberikan ini dan itu, padahal kita tidak mengerti apapun yang mereka berikan. Bagi mereka, yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan yang kita butuhkan. Tak peduli tengah mala, jika kita menangis, merak akan bangun, mengendong, dan menina bobokkan sampai kita tidur lagi.
            Pada masa anak-anak, semua yang kita perlukan disediakan dan terpenuhi oleh orang tua hingga kita beranjak remaja. Mereka terus berjuang dengan membanting tulang hanya untuk menyambung nyawa dan membiayai pendidikan kita. Meraka tidak peduli lelah dan sakitnya perjuangan, serta sulitnya medan yang di hadapi, namun mereka tetap berusaha sekuat tenaga agar segala yang menjadi keinginan kita bisa tercapai. Subhanallah!
            Luar biasa ! Allah Swt. Memberi kepercayaan dan kelebihan kepada orang tua, sehingga menjadi wakil-Nya di bumi untuk menjaga, merawat, mendidik, bahkan mengawal kita sampai dewasa. Tentunya, ketidak hadiran mereka di sisi kita akan menjadi lain. Kita tidak akan menikmati masa kanak-kanak, remaj, bahkan hingga dewasa pun, sebagaimana yang dirasakan oleh anak-anak pada umumnya.
            Allah Swt, mengatur dan memerintahkan melalui Al-Qur’an untuk merawat anak-anak yang tidak memilki ornag tua (yatim piatu). Bagi yang melakukannya, akan mendapatkan balasan kebahagian yang tak ada bandingnya kelak di akhirat. Rasulullah pun menggambarkan anak yatim, dan yang merawatnya seperti jari tengah dan jari telunjuk bersama beliu di surga.
            Kita tidak akan tahu makna sejati kehadiran orang tua di sisi kita,. Sebaik apa pun mereka terhadap kita, seakan hal yang biasa saja. Bahkan, mereka berkorban segalanya untuk keinginan kita, belum mampu membuat nilai lebih di hati kota. Terkadang, kita justru lebih memperlaku? Mudah-mudahan, kita tidak termasuk yang melakukannya. Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua, secar tegas difirmankan oleh Allah Swt. Dalam Al-Qur’an, sebagaiman firman-Nya berikut “ Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dan kaum kerabat dan anak-anak yatim” (Qs An Nissa 4 :127).
            Akankah kita baru sadar bahwa begitu berharganya kehadiran orang tua yang wajib kita sayangi setelah mereka meniggal dunia? Bisakah kita juga berbuat sesuatu minimal setengah dari semua yang telah meraka lakukan terhadap kita pada masa beliau masih hidup?
            Lalu, benarkah hanya waktu lebaran, kita baik dan meminta maaf kepada kedua orang tua? Bisakah kita tidak bermanis ria dalam berbicara ketika kita butuh uang? Kemudian, kita hanya terharu dan menangis saat mereka meniggal, namun masa hidup mereka kita berani melawannya? Apakah demikan cara kita membalas kebahagian yang mereka berikan kepada kita? Bukaankah kelak apabila kita dewasa, menikah, dan berkeluarga juga akan menjadi orang tua? Siapkan kita diperlakukan seperti itu oleh orang yang kita sayangi dan telah mengorbankan segalany?
            Renungkan dan bayangkan, seandainya orang tua meninggalkan kita sejak kita kecil, serta pejamkan mata dan bayangkan mereka telah melakukan banyak hal kepad \a kita. Karena itu, sudah seyogianya, sebagai seorang anak, kita hormat dan berbakti kepda kedua orang tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar