Halaman

Selasa, 23 April 2013

Renungan-renungan islam harian remaja (Tampil berani)


Tampil Berani

Kita patut mengapresiasikan terhadap para sahabat dan pemuda pada zaman Rasulullah Saw. Yang dengan gagah berani berada di grada terdepan untuk menyiarkan agama islam. Dengan kehadiran mereka pula, beliau mendapat teman yang baik dalam menjalankan dan menyukseskan islam di tengah-tengah kaum jahiliah pada saat
itu.
            Berbagai macam tantangan mulai dari ancaman, cacian, makian, hingga fitnah, disebarluasakan oleh para tokoh dan pemuka Quraisy untuk menhalang-halangi dakwah yang dilakukan Rasulullah Saw dan para Sahabatnya. Namun, keberaniannya, mereka membalas dengan kesantunan, kebaikan, serta memperlihatkan kesehajaan dan keakraban, walaupun berbeda keyakinan. Akhirnya, dengan etika dan moral yang baik, umat isalam mampu menjadi pemenang dan diterima keberadaanya di tengah-tengah masyarakat jahiliah.
            Lihatlah sekarang,para pemuda dan remaja islam sangat menyedihkan karena mereka sudah tiadak tahu-menahu terhadap ajaran islam, malu menampilkan identitas keislamannya, dan mengamini saat islam dihujat dengan stigma, label, bahkan sebagai teroris. Padahal, tidak ada tantangan berarti yang harus menuntut mereka berkorban jiwa dan raga, maupun materi. Sungguh, ironis!
            Sejatinya, islam sudah membumi di indonesia. Islam telah merata dan diikuti oleh berbagai suku, bahasa, dan adat istiadat, sehingga mempermudahinteraksi sesama umat islam. Namun, sayangnya, para pemuda dan remaja muslim tidak berani tampil untuk memperlihatkan indentitas mereka sebagi pemuda islam, berani mengingatkan temannya yang berbuat sesuatu yang keluar dari garis islam, serta berani mengatakan “TIDAK” pada kemungkaran. Mereka justru terpaku dan mudah dipengaruhi oleh budaya-budaya yang merusak moral mereka.
            Seharusnya, para remaja bangga memiliki indentitas muslim, menjadi teladan, serta siap berdiskusi untuk meluruskan dan mencari solusi terhadap penyelewengannilai dan diskreditasi yang dialamatkan kepad aumat islam. Para remaja seharusnya juga lebih banyak mengisi berbagai aktivitas yang lebih banyak mendekatkan kepada Allah SWT., yang mengantarkan pada kegemilangan islam.
            Indentitas muslim seyogianya menjadi ikon sukses para remaja, intelektual muslim, dan representasi pemuda islam yang tanps meninggalkan indentitas dan ajarannya keislamannya agar mampu menjdi kreator dalm segla bidang, inovator dalam berbagai aspek, serta bisa menjadi pencerah dalam mengatasi problem realitas sosial kemasyarkatan.
            Syekh Mustapa al-Ghalayani dalam kitabnya Izhatun Nasyi’in menjelaskan bahwa keberanian dibagi dua. Pertama, syaja’ah atau keberanian yang berkaitan dengan kesopanan, tat karma pergaulan, dan hal lainya yang berhubungan dengan batiniah.
            Kedua, sysja’ah atau keberanian yang berkaitan dengan kebendaan. Pada umumnya, hal ini disebut dengan syaja’ah mahdiyah, yaitu keberanian membela diri sendiri, keluarga, tanah air dari segala mara bahaya yang mengancam. Syaja’ah madiyah inilah mampu melahirkan kebaranian yang luar biasa dalam kalbu seseorang. Ada nilai-nilai yang kuaat yang telah mengakar pada dirinya, sehingga apapun tantangan dan ancaman yang menghadang akan tetap dihadapi dengan berani untuk menunjukan kepada musuh-musuhnay bahwa berada pada posisi yang benar dan mengharap ridha Allah Swt.
            Dalam konteks syaja’ah madiyah ini, keberniannya tidak dimaksudkan atas selain nam akeluhuran dan keberanian umat dan bangsa sekaligus kehormatan diri dan keluarganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar