Halaman

Selasa, 23 April 2013

renungan-renungan islam harian remaja (Mengenal diri sendiri)


Mengenal diri sendiri

Saat para remaja sibuk mencari jati diri mereka untuk menjadi si A dan si B karena pengaruh iklan , sinetron , majalah remaja , maupun media lainnya , perenungan media lainnya , perenungan yang dalam terhadap berbagai pengaruh tersebut sangat penting dilakukan . kita semua telah diberi pengarahan oleh agama dengan mengenal diri sendiri agar tidak terjebak pada sesuatu yang sis-sia, sebagaimana sebuah hadist Qudsi, “ kalau mengenal diri sendiri maka kita mengenal Tuhan kita “.
Apabila kita benar-benar mengenal diri secara totalitas (bukan asal mengucapkan) , maka kita akan memperlakukan diri semaksimal mungkin sesuai dengan kodrat dan hak kita. Namun, bagi remaja yang apatis akan mengatakan , “ saya adalah saya, dan saya percaya tuhan “. Selesai! Apakah seperti itu yang dibenarkan ? tentu saja tidak. sebab , hampir mayoritas remaja mengetahui tentang dirinya dan tuhanya. Hanya saja, hal tersebut hanya bersifat verbal, yaiti tidak dilaksanakan dalam keseharianya.
Sebagai remaja muslim, seharusnya memaksimalkan proses pencarian jati diri byang lebih mengarahkan pada hak dan kewajiban. yakni, cara kita mengenali tubuh dan fungsinya sekaligus mengarahkan pada hal-hal yang positif dan baik dalam konteks agama , misalnya makan makanan yang halal dan tbaik agar kebutuhan batiniah kita terhindar dari hal-hal yang tercela. Hal ini sangat penting untuk usia-usia remaja. Sebab, pada masa yang akan datang , tantangan hidup lebih jauh lebih dahsyat dari yang dirasakan sekarang. Kita juga harus terbiasa memprioritaskan diskusi agama ketimbang hanya mengobrol dengan topik yang itu-itu saja , bahkan terkadang topik yang dibicarkan sesutau yang belum dibicarakan. Hal inilah yang seharusnya dirubah.
Sealain itu, makna yabg tak kalah penting yang mesti kita lakukan ialah menghargai diri sendiri, serta menghoramti orang lain maupun mahluk lainnya dengan membangun interaksi sosial sekaligus menjadi teladan yang baik dan arif, sehingga orang tertaraik untuk menirunya.
Idealnya, remaja muslim meneladani dan meniru Rasulullah Saw. Para sahabat, dan salafush sahalih lainnya agar benar dan sejalan deangan semua yang tercantum dalam agama, yaitu meneladani sifat shidiq, amanah , tabliq, dan fathanah. bukannya mencontoh perilaku artis, bintang film , atau model. Namun, pada kenyataannya, remaja saat ini justru lebih senag bergaya seperti bintan korea, artis, maupun idola lainnya yang perilakunya lebih mengarahkan pada kebebasan yang dilarang agama , misalnya foya-foya, sifat konsumerisme, dan beberapa sifat lainnya. Akibatnya, mereka terkadang menjadi frustasi dan stres. Bagaimana tidak! Dengan muka dan uang pas-pasan, meraka memaksakan diri menyulap menjadi bintang pujaannya, hingga menjdai artis jadi-jadian. Bagi meraka yang tidak memiliki fondasi agama dengan baik, pelariannya berakhir pada hal-hal yang membawa ketenangan dan kebahagiaan sesaat (narkoba dan seka bebas). Astaghfirullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar