Halaman

Senin, 30 September 2013

SAINS ISLAM



      
       Sains adalah produk manusia seperti halnya musik, film , lukisan, dan banyak lagi lainnya. Begitu mendengar aluna musik, seseorang dapat langsung mengenali apakah ia tipe musik keroncong, dangdut, pop, jaz, rock, klasik
, atau lainnya. Demikian pula jika mellihat film, lukisan, patung, atau bangunan, orang juga dapat segera mengindentifikasi tipe apa objek yang dilihatnya. Bahkan orang dapat mengenali lebih jauh, misalkan musik pop yang didengarnya kategori menghibur, indah dan mendidik atau murahan, sekedar  bunyi cengeng dan seronok. Contoh ekstrem ketika majalah playboy akan ditertibkan di indonesia, aksi demo penolakan terjadi di mana-mana. Sebabnya sederhana, majalah palyboy merupakan simbol dan raja majalah porno dunia.
Sedang produk, apa pun jenisnya, pasti membawa tata nilai dan pandangan hidup atau pandangan dunia dari produsennya. Contoh ekstrem dan gamblang adalah majalah playboy yang disebut didepan, ia adalah produk sekaligus membawa pesan masyarakat penganut hidup bebas termasuk freesex didalmnya. Playboy pelan tapi pasti akan mengiringi pada tradisi dan kehidupan mesum, membangun masyarakat bebas bagai masyarakat hewan melata dan binatang ternak. Suatu tata nilai yang asing dan bertentangan dengan tata nilai muslim sebagai mayoritas masyarakt indonesia.
Sains sebagai produk manusia tidak dapat dikecualikan atau diistimewakan. Ia membawa pandangan dunia tertentu kreatornya; bedanya dibandingkan dengan produk lainnya seperti disebut di depan, sains selain lebih abstrak, juga relatif tidak memiliki bandingan. Di dunia musik, orang mengenal musik barat, india, musik padang pasir ataupun musik lokal, sedangkan untuk sains sampai hari ini kita hanya punya satu sains dominan, yakni sains modern atau sains barat.
Adakah yang salah dari sains sekarang sehingga perlu dibangun sains isalam? Jika sains islam memang ada, apa perbedaan utamanya dibandingkan dengan sains sekarang, sains modern? Seperti telah disebutkan didepan, sains adalah adalah produk manusia karenanya membawa pandangan dunia manusia di belakangnya. Sains modern membawa tata nilai peradaban modern, yakni materialisme dan kisah tragis kematian tuhan, sedangkan bangunan sains islam secara keseluruhan harus berdasar dan merupakan pengejawantahan prinsip tauhid yang bersumber pada wahyu.

1 komentar: